Entri Populer

Senin, 23 Mei 2016




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kita menggunakan uang setiap hari dalam kehidupan kita terutama ketika kita melakukan aktivitas perdagangan misalnya ketika kita membeli pakaian, makanan, membayar gaji, dll. Uang yang kita pakai sekarang ini merupakan mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah dan bank sentral. Mata uang tersebut merupakan alat tukar yang sah dalam bertransaksi yang dikenal dengan uang kertas ( fiet money ).
Masing-masing  Negara memiliki mata uang khusus, contohnya : mata uang Ringgit (Malaysia), Rupiah (Indonesia), Peso (Filipina), Dolar ( Amerika Serikat),serta Dinar (Yordania) dan Dirham (Jazirah Arab). Setiap mata uang memiliki nilai tukarnya terhadap mata uang lainnya. Keadaan tersebut menimbulkan adanya jual beli kekuatan uang dari berbagai konsumen dari satu Negara ke Negara lain. Dengan berlalunya waktu, nilai tukar selalu berubah-ubah.
Hal apakah yang menjadi faktor utama perlunya masyarakat beralih ke mata uang emas atau perak sebagai pengganti mata uang kertas ? Salah satu alasannya ialah bahwa uang kertas rentan terhadap terjadinya fluktuasi nilai,dan jumlahnya akan meningkat berdasarkan  kemauan seseorang. Karakteristik mata uang kertas tersebutakan menimbulkan problem ekonomi sebagaimana problem sosial seperti kemiskinan, spekulasi uang dan inflasi.
Faktor lain adalah bahwa Negara yang kuat dapat melakukan tindakan yang dapat mengacaukan dunia ekonomi-keuangan dan dapat berakibat menjadi awal perang dunia yang baru. Kondisi demikian mengharuskan negara lain untuk mempertimbangkan penggunaan dinar dirham sebagai mata uang mereka unutk perlindungan dari setiap  tekanan yang dilakukan oleh Negara-negara dominan.
Secara global ekonomi umat islam saat ini termasuk dalam kategori Negara-negara berkembang yang disebabkan oleh cengkraman dan penindasan ekonomi barat dan sisitem moneter berbasis bunga. Akibat dari penindasan tersebut melemahkan ekonomi di banyak Negara berkembang, khususnya muslim. Sangat menyedihkan, dengan kelimpahan sumber daya alam uang ada di dunia muslim, sebagian besar muslim hidup dalam kemiskinan,penderitaan dan keterbelakangan. Keadaan ini memanggil bentuk kerja sama ekonomi dan integrasi berdasarkan system pembayaranemas baru seperti dinar emas sebagai langkah perlawanan terhadap efek negatif dari system moneter global yang berdasarkan bunga. Dengan system moneter dinar emas diharap umat muslim secara global dapat menyelamatkan dari efek destruktif sistem ekonomi dan keuangan barat.

B.     TUJUAN MAKALAH
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :
1.      Menjelaskan pengertian Dinar, Dirham serta Uang
2.      Menjelaskan sejarah mata uang Islam
3.      Menjelaskan fungsi uang serta manfaat dinar dan dirham
4.      Menjelaskan kelebihan dan kekurangan Dinar dan Dirham

















BAB II
PEMBAHASAN

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW menggunakan Dinar (koin emas) sebagai media pertukaran yang beredar di pasar bahkan sebelum datangnya Islam. Koin tersebut dibuat oleh orang Persia. Dan penggunan koin pertama kali oleh kalangan muslim yang meniru bentuk dirham perak terjadi pada kekhalifahan Utsman in Affan.
Pada zaman Khalifah Abdul Malik koin atau emas dijadikan standar resmi dan digunakan dalam semua aktivitas ekonomi di semua Negara Islam. Pada masa itu aktivitas ekonomi berkembang pesat tidak hanya antar Negara Islam tetapi meluas ke Negara-negara lain dengan menggunakan emas sebagai mata uang tunggal. Dinar dirham tidak hanya digunakan antar pelaku bisnis lokal tetapi juga dengan pelaku bisnis asing. Penggunaan mata uang emas sebgai mata uang resmi berlaku terus dalam wilayah Islam sampai berakhirnya kekhalifahan Ottoman tahun 1924.
Pada tahun 1971, penggunaan emas dan perak dihentikan secara total, ketika Richard Nixon Presiden AS saat itu mengumunkan resmi penghentian sisterm Bretton Woods. Masyarakat meninggalkan penggunaan Dinar emas dan Dirham perak untuk melakukan kegiatan perekonomian sehari-hari. Masyarakat saat ini sepenuhnya menggunakan mata uang konvesional yang diakui, di Indonesia menggunakan mata uang Rupiah dan untuk transaksi Internasional menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat.
Akibat lain dari hilangnya Dinar dan Dirham adalah masyarakat terus-menerus menanggung akibat dari merosotnya nilai alat tukar modern yang diberlakukan saat ini yaitu uang kertas. Kemiskinan menjadi fenomena umum akibat inflasi yang tiada berhenti. Berkali-kali, sepanjang zaman modern di abad ke-20 sampai memasuki abad ke-21 ini, kita dihadapkan dengan apa yang disebut sebagai ”Krisis Moneter”, yang tak lain akibat dari sistem uang kertas.
Meskipun Indonesia bukan negara Islam, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim hendaklah menggunakan hukum Islam secara kaffah. Hal ini perlu, sebagaimana diajarkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai landasan utama dalam kehidupan sehari-hari haruslah kembali kepada al Quran dan Hadits. Di bawah ini dikutipkan sejumlah riwayat, hadits dan sunnah, serta amalan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW & para Sahabat berkaitan dengan pemanfaatan Dinar dan Dirham.
Dalam salah satu sunah Nabi Muhammad SAW, beliau menyebutkan tentang emas sebagai media yang aman dalam transaksi. Abu Bakr ibn Abi Maryam melaporkan bahwa ia mendengar Rasul bersabda, “waktu pasti datang pada setiap manusia dengan tidak meninggalkan perbedaan yang berarti ketika manusia menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi yang aman” (musnad Imam Ahmad dan Ibn Hambal). Sunnah ini menjelaskan tenang pentingnya sarana pertukaran khususnya uang emas dalam transaksi bisnis. Masyarakat tidak dapat menggunakan barang untuk membuat pertukaran dengan barang yang lain karena akan melibatkan aspek riba di dalamnya. Contohnya, riba al-buyu atau riba dalam perdagangan,akan terjadi jika masyarakat menukarkan komoditas yang sama yang tidak sebanding dnegan nilainya dan tidak bisa disampaikan dengan tepat.
Seorang intelektual muslim, Shaykh Muhammad Alish yang  menghubungkan penggunaan uang dengan pembayaran zakat. Dia menyatakan bahwa mata uang yang umum tidak dapat diterima sebagai pembayaran zakat karena tidak memiliki nilai dan berfluktuasi secara alami. Lebih dari itu, kalkulasi Nisab dibuat dalam model nilai emas yang lebih stabil dari uang pengganti. Oleh karena itu, alasan dasar kenapa emas diterima sebagai mata uang dalam Islam, karena emas pada dirinya memiliki nilai yang memungkinkan baginya untuk menjadi media pertukaran. Dalam uang pengganti, sebagai contoh, ketika suatu Negara kacau atau mengalami krisis ekonomi, mata uang negara tersebut tidak memiliki nilai lagi. Akan tetapi dengan menggunakan emas, masyarkat yang memiliki kekayaan tersebut akan selalu aman, dan tidak akan terdepresi
Mantan perdana menteri Malaysia, Dr Mahathir, mengatakan dengan tegas bahwa selama spekulan mata uang tidak menghilang dari pasar mata uang, maka kita tidak dapt melakukan control terhadap mata uang. Sebagaimana disebutkan, jika beberapa Negara menerima emas sebagai media pertukaran, mereka menjadikan mata uang sebagai mata uang tunggal. Sehingga spekulasi dan perselisihan akan dapat direduksi.
Emas juga memiliki nilai guna secara universal karena memiliki nilai pada dirinya. Sementara itu mata uang setiap Negara pada dirinya terbuka unutk terjadinya resiko fluktuasi. Konsekuensinya akan terjadi gangguan terhadap kehidupan ekonominya. Kemungkinan terjadinya seperti ini dapat diatasi dengan system Dinar emas. Dengan
demikian tidak ada satu Negara pun yang akan mengalami resiko mata uang yang sangat signifikan jika meggunakan emas.

1.      PENGERTIAN DINAR DIRHAM
Secara kebahasaan, kata  dinar berasal dari kata Denarius yang berasal dari Aramaic dan dirham berasal  dari kata  Drachma (Persia). Menurut hukum islam uang dinar yang dipergunakan adalah setara 4,25 gram emas 22 karat dengan diameter 23 milimeter. Standar ini telah ditetapkan pada masa Rasulullah dan dipergunakan oleh World Islamic Trading Organization (WITO) hingga saat ini. Sedangkan uang Dihram setara dengan 2.975 gram perak murni. Dinar dan Dirham adalah mata uang yang berfungsi sebagai alat tukar baik sebelum datangnya islam maupun sesudahnya.
Dinar dan dirham adalah standar ukuran yang dibayarkan sebagai pertukaran komoditas dan jasa. Keduanya adalah unit hitungan yang memiliki kekuatan pada bendanya bukan pada perbandingan dengan komoditas atau jasa, karena segala sesuatu tidak bisa menjadi nilai harga pada keduanya. Dalam sejarah umat manusia, Rasulullah SAW dan para sahabatnya menggunakan dinar dirham sebagai mata uang mereka, disamping sebagai alat tukar juga dijadikan sebagai standar ukuran hukum-hukum syar’i, seperti kadar zakat dan ukuran pencurian.
Ketika kita membicarakan tentang uang, orang cederung akan berpikir megenai kekayaan. Namun, para ekonom menggunakan istilah ‘uang’dalam cara yang lebih khusus. Bagi seorang ekonom, uang tidak mengacu pada seluruh kekayaan tetapi hanya salah satu jenis kekayaan. Uang ialah persediaan asset yang dapat dengan segera digunaka untuk melakukan transaksi. Jadi, dolar di tangan masyarakat membentuk persediaan uang nasional. 

2.      SEJARAH MATA UANG
Pada masa sebelum datangnya Islam, uang Dinar merupakan uang yang digunakan dalam transaksi perdagangan. Berbagai jenis uang dinar emas dan perak dirham  beredar dalm perdagangan sebagai akibat dari banyaknya bangsa Arab yang berdagang dengan bangsa Romawi, Byzantium, dan para pedagang yang melewati negeri Arab. Pada saat itu, kota Mekkah menjadi pusat perdagangan dan pertukaran mata uang, sehingga banyak para pedagang dari berbagai negeri datang ke kota Makkah untuk bertemu dan melakukan transaksi perdagangan.
Dalam sejarah umat Islam, Rasulullah dan para sahabat menggunakan dinar dirham sebagai mata uang mereka, di samping sebagai alat tukar, dinar dan dirham juga dijadikan sebagai standar ukuran hukum syar’i. pada masa kenabian, uang dinar dirham digunakan sebagai alat transaksi perdagangan oleh masyarakat Arab. Masyarakat Arab Quraish memiliki tradisi melakukan perjalanan dagang dua kali dalam setahun, yaitu pada musim panas ke negeri Syam ( Syiria sekarang ) dan pada musim dingin ke negeri Yaman. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Quraisy ayat 1-4 yang artinya, “karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musin dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini ( Kakbah). Yang telah member makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan dari ketakutan.”
Dinar dan Dirham dicetak pertama kali pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 695 M/ 77 H. Dalam perjalanannya sebagai mata uang yang digunakan , dinar dirham cenderung  stabil dan tidak mengalami inflasi yang cukup besar selama 1500 tahun. Penggunaan dinar dirham berakhir pada runtuhannya khalifah Islam Turki Usmani tahun 1924.

3.      FUNGSI UANG
a.       Alat tukar menukar (medium of exchange)
Dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain, uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa. Maksudnya penggunaan uang sebagai alat tukar dapat dilakukan terhadap segala jenis barang dan jasa yang ditawarkan atau dijual.


b.      Satuan hitung (unit of account)
Fungsi ini menunjukan nilai dari barang dan jasa yang dijual. Besar kecilnya nilai yang dijadikan sebagai satuan hitung dalam menentukan harga barag dan jasa secara mudah. Dengan adanya uang akan mempermudah keseragaman dalam satuan hitung.
c.       Penyimpan nilai (store of value)
Uang adalah cara mengubah daya beli dari masa kini ke masa depan. Jika anda bekerja hari ini, dan mendapat $100, anda dapat menyimpannya dan membelanjakannya besok, minggu depan, atau bulan depan. Tentu saja uang adalah penyimpan nilai yang tidak sempurna. Jika harga meningkat jumlah yang anda bisa beli dengan jumlah uang tertentu akan turun. Namun, orang memegang uang karena merea bisa membelanjakannya untuk mendapat barang  dan jasa pada suatu saat di masa depan.
4.      MANFAAT DINAR DIRHAM
Berikut  manfaat dari Dinar Dirham diantaranya :
a.       Modal Usaha dan Kegiatan Bisnis
Cara yang paling baik untuk mendayagunakan koin emas dinar dan koin perak dirham adalah menjadikannya produktif, dimana akan tumbuh sentra-sentra dari sektor riil, yang bebas dari pengaruh tindakan pemerintah, sistem moneter akan kembali “apolitik” dan nilai uang kita tidak bisa dimanipulasi lagi.
b.      Alat bayar
Koin emas dinar dan koin perak dirham adalah alat tukar terbaik yang tidak lekang oleh zaman, bahkan sangat di rekomendasikan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, bandingkan dengan uang kertas yang kita gunakan hari ini.  Bahkan menurut Imam Al Ghazali, 470 pasca kenabian bahwa timbangan yang adil dalam penentuan harga-harga barang hanyalah emas (dinar) dan perak (dirham).
c.       Tabungan
Fungsi dari menabung adalah menyisihkan sebagian uang/harta kita untuk masa depan.  Artinya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, untuk itu kita perlu berjaga-jaga dari ketidakpastian tersebut.  Bahkan dalam sebuah hadits dikatakan : “Akan datang masa ketika tidak ada lagi yang dapat dibelanjakan kecuali dinar dan dirham (HR Ahmad).
d.      Sedekah dan Infak
Dengan koin dinar dan dirham, maka kita bisa mensedekahkan harta kita kepada orang lan.  Selain adil juga, nilainya benar-benar riil. 
e.       Penunai zakat mal
Salah satu tuntutan syari’ah dan sunnah Nabi SAW adalah menunaikan zakat mal/harta.  Jika kita punya koin emas dinar dan dirham perak, maka sangat memudahkan dalam membayar kewajiban kita kepada Allah SWT dan membagikannya kepada sesama manusia. 
f.       Mahar, Kado dan Hadiah
Sebagai mahar atau mas kawin, koin emas dinar dan dirham perak akan menjadi kado terindah yang tidak akan pernah terlupakan serta bisa juga sebagai hadiah yang elegance untuk orang yang kita cintai, bandingkan dengan uang kertas saat ini.
g.      Arisan 
Koin Emas Dinar dan Dirham Perak dapat juga diedarkan melalui arisan, supaya bermanfaat buat pesertanya. Ini untuk menggantikan arisan uang kertas yang populer di masyarakat, yang tidak adil karena yang mendapatkan belakangan dirugikan akibat daya beli uang kertas yang terus merosot.

5.      KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DINAR DIRHAM
a.       Dinar sebagai media terbaik dari pertukaran
Masyarakat tidak dapat menggunakan barang untuk pertukaran dengan barang lain yang tidak sebanding nilainya karena akan melibatkan aspek riba didalamnya. Inilah alasan mengapa kita memerlukan emas sebagai media pertukaran. Selain itu, praktik para sahabat Nabi meupakan bukti bahwa dinar dapat diterima sebagai media pertukaran. Uma bin Khattab mendeklarasikan bahwa dinar adalah mata uang resmi pada masa pemerintahannya. Langkah ini dikenal sebagai inovasi baru yang menunjukan pentingnya uang sebagai media pertukaran.


b.      Dinar sebagai pengganti uang yang stabil
Dalam sisitem mata uang nominal sekarang, pembuatan uang sangatlah mudah bukan karena adanya system cadangan yang dilakukan Bank Sentral tapi faktor utamanya adalah karena uang pengganti tidak dilindungi oleh emas. Akibatnya akan muncul uang palsu karena nilai yang hampa dari uang kertas dan akhirnya  menyebabkan inflasi. Masalah lainnya yakni tekhnologi pembuatan uang semakin hari semakin meningkat.
Masalah tersebut dapat dikurangi dengan menggunakan dinar dimana keterbatasan emas di dunia akan menjadi faktor penting yang akan menyebabkan masyarakat tidak dapat membuat uang palsu. Hal ini akan membawa kepada stabilitas sistem moneter yang terbebas dari fluktuasi nilai uang.
c.       Dinar mereduksi permainan spekulan uang
Dalam sistem moneter modern, mata uang dijual dalam pasar pertukaran seperti pasar saham. Barang nyata seperti emas perak tidak bisa dijadikan bahan spekulasi karena nilai keduanya nyata. Dalam islam spekulasi mata uang dilarang, karena hal tersebut merupakan aktivitas penimbunan yang dilarang islam.
Nilai nyata dari emas akan menghindarkan dari meluasnya masalah manipulasi dan akan mereduksinya. Emas juga tidak dapat dijual dibawah harga nyatanya seperti terhadap mata uang kertas. Keuntungan yang akan diperoleh melalui pasar pertukaran bagaimanapun tidak relevan karena emas tidak dapat dimanipulasi dengan mudah.
d.      Dinar membawa keadilan di seluruh dunia
Sistem moneter sekarang erat kaitannya dengan suku bunga yang menimbulkan daya beli dan kelemahan tidak pada satu sisi. Suku bunga akan menimbulkan instabilitas antara kekuatan pembelian dan pemasukan yang diterima yang disebabkan oleh meningkatnya harga pada semua tingkat.dengan mengadopsi dinar sebagai mata uang yang berlaku untuk semua, suku bunga dapat terkontrol  dari pertumbuhan yang lambat karena kurs pertukaran emas sangat stabil. Kondisi ini akan mengarahkan kepada keadilan dalam sistem moneter yang dapat memberi keuntungan pada semua bangsa.


e.       Dinar mereduksi problem sosial tertentu
Sistem moneter berbasis bunga tidak dapat mereduksi problem sosial dari berbagai Negara termasuk negara maju. Negara maju juga menghadapi masalah kemiskinan. Hal ini terjadi karena tambahan pemasukan tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat untuk membeli. Masyarakat yang memiliki pemasukan yang rendah akan menaggung akibatnya dari kondisi seperti dikarenakan harga komoditas tertentu melebihi kemampuan membeli mereka.
Implementasi dinar sebagai mata uang akan mereduksi masalah tersebut karena stabilitas nilai dinar menguatkan stabilitas daya beli. Problem sosial lain seperti pendidikan yang rendah karena tidak tidak adilnya distribusi pemasukan akan dapat diberantas.
f.       Dinar memproteksi indenpendensi bangsa-bangsa
Pada tahap awal dalam membangun sebuah negara,biasanya membutuhkan uang yang sangat banyak. Mereka memerlukan pinjaman dari negara maju dan harus mengembalikan uang dengan bunga yang tinggi. Kebanyakan kenaikan suku bunga disebabkan oleh inflasi kurs yang dibuat oleh sistem mata uang nominal. Hal ini adalah bentuk baru dari kolonialisasi suatu negara terhadap negara lain. Pemberi pinjaman seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dapat mengontrol kebijakan ekonomi dari negara peminjam. Negara peminjam harus mengikuti kondisi yang diinginkan oleh Negara pemberi pinjaman. Hal ini tidak memberikan rasa kemerdekaan yang nyata ketika kehidupan ekonomi di bawah kontrol negara lain. Dengan mengimplementasikan sistem berbasis dinar, masalah suku bunga dapat diatasi karena nilai dari dinar lebih stabil dibanding dengan sistem mata uang yang ada sekarang.
g.      Tidak memerlukan regulasi baru
Sistem moneter dinar tidak memerlukan regulasi baru yang harus disinkronkan dengan pihak otoritas, cukup dengan menggunakan peraturan yang sudah ada. Karena implementasi dinar serupa dengan aktivitas investasi atau aktivitas menabung dalam bentuk emas, seperti dilakukan oleh kebanyakan masyarakat.


h.      Krisis ekonomi pada Negara lain
Masalah ekonomi yang datang tiba-tiba di Amerika, Eropa, dan Jepang mengharuskan masyarakat untuk mempertimbangkan dan menemukan akar dari penyebabnya. Sistem keuangan sekarang bisa menjadi salah satu alasan yang menyebabkan krisis ekonomi. Para ekonom sekarang ini, mencoba memecahkan masalah tersebut dengan beralih pada sistem yang lain yang bebas dari masalah yang datang tiba-tiba sebagaimana dialami oleh sistem keuangan sekarang. Sistem dinar merupakan sistem yang cocok untuk menjadi pilihan untuk diimplementasikan.

6.      KEKURANGAN DINAR DIRHAM
Dinar dan dirham ternyata juga mempunyai nilai yang kurang stabil. Memang benar nilai intrinsik yang ada didalam dinar dan dirham akan membuat nilai mata uangnya tetap stabil, tetapi hal tersebut tidak akan menjamin jumlah suatu barang dan jasa yang dapat diperoleh dengan dinar dan dirham akan memiliki kuantitas yang tetap sama selamanya. Selain itu Dinar mahal dan buybacknya tinggi, bahkan hingga 10 %.
















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah dijabarkan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Dinar dan Dirham merupakan alat tukar yang digunakan sejak zaman Rasulullah SAW dan masih digunakan hingga saat ini. Penggunaannya saat ini sebagai mata uang hanya ada di beberapa Negara karena emas dan perak lebih dominan digunakan sebagai alat investasi, perhiasan dsb. Dengan segala keunggulannya yang melebihi kekurangannya, Dinar dan Dirham diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Prosesnya memang panjang, namun tak menutup kemungkinan yang sangat besar bahwa Dinar dan Dirham akan dijadikan sebuah mata uang umat Islam di masa depan.

B.     SARAN
Untuk dapat mencapai suatu tujuan bersama yaitu tercapainya perekonomian yang sehat dan merata dibutuhkan pemahaman dan pemikiran yang mendalam terutama persoalan uang, paling tidak semuanya harus mampu menyentak kesadaran kita akan sesuatu yang sebenarnya sangat mendasar, tapi dalam kehidupan sehari-hari sering kita sikapi sebagai sesuatu yang remeh, banyak diantara kita yang tak menyangka bahwa uang kertas yang setiap hari kita miliki itu menyimpan sebuah persoalan yang begitu dalam dan rumit, yang kadang tak pernah terlintas dalam benak kita tentang sejarah uang itu sendiri.