BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Kita menggunakan uang setiap hari
dalam kehidupan kita terutama ketika kita melakukan aktivitas perdagangan
misalnya ketika kita membeli pakaian, makanan, membayar gaji, dll. Uang yang
kita pakai sekarang ini merupakan mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah
dan bank sentral. Mata uang tersebut merupakan alat tukar yang sah dalam
bertransaksi yang dikenal dengan uang kertas ( fiet money ).
Masing-masing Negara memiliki mata uang khusus, contohnya :
mata uang Ringgit (Malaysia), Rupiah (Indonesia), Peso (Filipina), Dolar (
Amerika Serikat),serta Dinar (Yordania) dan Dirham (Jazirah Arab). Setiap mata
uang memiliki nilai tukarnya terhadap mata uang lainnya. Keadaan tersebut
menimbulkan adanya jual beli kekuatan uang dari berbagai konsumen dari satu
Negara ke Negara lain. Dengan berlalunya waktu, nilai tukar selalu
berubah-ubah.
Hal apakah yang menjadi faktor utama
perlunya masyarakat beralih ke mata uang emas atau perak sebagai pengganti mata
uang kertas ? Salah satu alasannya ialah bahwa uang kertas rentan terhadap
terjadinya fluktuasi nilai,dan jumlahnya akan meningkat berdasarkan kemauan seseorang. Karakteristik mata uang
kertas tersebutakan menimbulkan problem ekonomi sebagaimana problem sosial
seperti kemiskinan, spekulasi uang dan inflasi.
Faktor lain adalah bahwa Negara yang
kuat dapat melakukan tindakan yang dapat mengacaukan dunia ekonomi-keuangan dan
dapat berakibat menjadi awal perang dunia yang baru. Kondisi demikian
mengharuskan negara lain untuk mempertimbangkan penggunaan dinar dirham sebagai
mata uang mereka unutk perlindungan dari setiap
tekanan yang dilakukan oleh Negara-negara dominan.
Secara global ekonomi umat islam
saat ini termasuk dalam kategori Negara-negara berkembang yang disebabkan oleh
cengkraman dan penindasan ekonomi barat dan sisitem moneter berbasis bunga.
Akibat dari penindasan tersebut melemahkan ekonomi di banyak Negara berkembang,
khususnya muslim. Sangat menyedihkan, dengan kelimpahan sumber daya alam uang
ada di dunia muslim, sebagian besar muslim hidup dalam kemiskinan,penderitaan
dan keterbelakangan. Keadaan ini memanggil bentuk kerja sama ekonomi dan
integrasi berdasarkan system pembayaranemas baru seperti dinar emas sebagai
langkah perlawanan terhadap efek negatif dari system moneter global yang
berdasarkan bunga. Dengan system moneter dinar emas diharap umat muslim secara
global dapat menyelamatkan dari efek destruktif sistem ekonomi dan keuangan
barat.
B.
TUJUAN
MAKALAH
Adapun tujuan pembahasan makalah ini
adalah :
1.
Menjelaskan pengertian Dinar, Dirham
serta Uang
2.
Menjelaskan sejarah mata uang Islam
3.
Menjelaskan fungsi uang serta manfaat dinar dan
dirham
4.
Menjelaskan kelebihan dan kekurangan Dinar dan
Dirham
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad
SAW menggunakan Dinar (koin emas) sebagai media pertukaran yang beredar di
pasar bahkan sebelum datangnya Islam. Koin tersebut dibuat oleh orang Persia.
Dan penggunan koin pertama kali oleh kalangan muslim yang meniru bentuk dirham
perak terjadi pada kekhalifahan Utsman in Affan.
Pada zaman Khalifah Abdul Malik koin
atau emas dijadikan standar resmi dan digunakan dalam semua aktivitas ekonomi
di semua Negara Islam. Pada masa itu aktivitas ekonomi berkembang pesat tidak
hanya antar Negara Islam tetapi meluas ke Negara-negara lain dengan menggunakan
emas sebagai mata uang tunggal. Dinar dirham tidak hanya digunakan antar pelaku
bisnis lokal tetapi juga dengan pelaku bisnis asing. Penggunaan mata uang emas
sebgai mata uang resmi berlaku terus dalam wilayah Islam sampai berakhirnya
kekhalifahan Ottoman tahun 1924.
Pada tahun
1971, penggunaan emas dan perak dihentikan secara total, ketika Richard Nixon
Presiden AS saat itu mengumunkan resmi penghentian sisterm Bretton Woods.
Masyarakat meninggalkan penggunaan Dinar emas dan Dirham perak untuk melakukan
kegiatan perekonomian sehari-hari. Masyarakat saat ini sepenuhnya menggunakan
mata uang konvesional yang diakui, di Indonesia menggunakan mata uang Rupiah
dan untuk transaksi Internasional menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat.
Akibat lain
dari hilangnya Dinar dan Dirham adalah masyarakat terus-menerus menanggung
akibat dari merosotnya nilai alat tukar modern yang diberlakukan saat ini yaitu
uang kertas. Kemiskinan menjadi fenomena umum akibat inflasi yang tiada berhenti.
Berkali-kali, sepanjang zaman modern di abad ke-20 sampai memasuki abad ke-21
ini, kita dihadapkan dengan apa yang disebut sebagai ”Krisis Moneter”, yang tak
lain akibat dari sistem uang kertas.
Meskipun
Indonesia bukan negara Islam, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai
seorang muslim hendaklah menggunakan hukum Islam secara kaffah. Hal ini perlu,
sebagaimana diajarkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai landasan utama dalam
kehidupan sehari-hari haruslah kembali kepada al Quran dan Hadits. Di bawah ini
dikutipkan sejumlah riwayat, hadits dan sunnah, serta amalan yang diajarkan
oleh Rasulullah Muhammad SAW & para Sahabat berkaitan dengan pemanfaatan
Dinar dan Dirham.
Dalam salah
satu sunah Nabi Muhammad SAW, beliau menyebutkan tentang emas sebagai media
yang aman dalam transaksi. Abu Bakr ibn Abi Maryam melaporkan bahwa ia
mendengar Rasul bersabda, “waktu pasti datang pada setiap manusia dengan tidak
meninggalkan perbedaan yang berarti ketika manusia menggunakan dinar dan dirham
sebagai alat transaksi yang aman” (musnad Imam Ahmad dan Ibn Hambal). Sunnah
ini menjelaskan tenang pentingnya sarana pertukaran khususnya uang emas dalam
transaksi bisnis. Masyarakat tidak dapat menggunakan barang untuk membuat
pertukaran dengan barang yang lain karena akan melibatkan aspek riba di
dalamnya. Contohnya, riba al-buyu atau riba dalam perdagangan,akan terjadi jika
masyarakat menukarkan komoditas yang sama yang tidak sebanding dnegan nilainya
dan tidak bisa disampaikan dengan tepat.
Seorang intelektual
muslim, Shaykh Muhammad Alish yang menghubungkan
penggunaan uang dengan pembayaran zakat. Dia menyatakan bahwa mata uang yang
umum tidak dapat diterima sebagai pembayaran zakat karena tidak memiliki nilai
dan berfluktuasi secara alami. Lebih dari itu, kalkulasi Nisab dibuat dalam
model nilai emas yang lebih stabil dari uang pengganti. Oleh karena itu, alasan
dasar kenapa emas diterima sebagai mata uang dalam Islam, karena emas pada
dirinya memiliki nilai yang memungkinkan baginya untuk menjadi media
pertukaran. Dalam uang pengganti, sebagai contoh, ketika suatu Negara kacau
atau mengalami krisis ekonomi, mata uang negara tersebut tidak memiliki nilai
lagi. Akan tetapi dengan menggunakan emas, masyarkat yang memiliki kekayaan tersebut
akan selalu aman, dan tidak akan terdepresi
Mantan perdana
menteri Malaysia, Dr Mahathir, mengatakan dengan tegas bahwa selama spekulan
mata uang tidak menghilang dari pasar mata uang, maka kita tidak dapt melakukan
control terhadap mata uang. Sebagaimana disebutkan, jika beberapa Negara
menerima emas sebagai media pertukaran, mereka menjadikan mata uang sebagai
mata uang tunggal. Sehingga spekulasi dan perselisihan akan dapat direduksi.
Emas juga
memiliki nilai guna secara universal karena memiliki nilai pada dirinya.
Sementara itu mata uang setiap Negara pada dirinya terbuka unutk terjadinya
resiko fluktuasi. Konsekuensinya akan terjadi gangguan terhadap kehidupan
ekonominya. Kemungkinan terjadinya seperti ini dapat diatasi dengan system
Dinar emas. Dengan
demikian tidak ada satu Negara pun yang akan mengalami resiko mata
uang yang sangat signifikan jika meggunakan emas.
1.
PENGERTIAN
DINAR DIRHAM
Secara kebahasaan, kata dinar berasal dari kata Denarius yang berasal
dari Aramaic dan dirham berasal
dari kata Drachma (Persia). Menurut hukum islam uang dinar
yang dipergunakan adalah setara 4,25 gram emas 22 karat dengan diameter 23
milimeter. Standar ini telah ditetapkan pada masa Rasulullah dan dipergunakan
oleh World Islamic Trading Organization (WITO) hingga saat ini. Sedangkan uang
Dihram setara dengan 2.975 gram perak murni. Dinar dan Dirham adalah mata uang
yang berfungsi sebagai alat tukar baik sebelum datangnya islam maupun
sesudahnya.
Dinar dan dirham adalah
standar ukuran yang dibayarkan sebagai pertukaran komoditas dan jasa. Keduanya
adalah unit hitungan yang memiliki kekuatan pada bendanya bukan pada
perbandingan dengan komoditas atau jasa, karena segala sesuatu tidak bisa
menjadi nilai harga pada keduanya. Dalam sejarah umat manusia, Rasulullah SAW
dan para sahabatnya menggunakan dinar dirham sebagai mata uang mereka, disamping
sebagai alat tukar juga dijadikan sebagai standar ukuran hukum-hukum syar’i,
seperti kadar zakat dan ukuran pencurian.
Ketika kita membicarakan tentang uang, orang
cederung akan berpikir megenai kekayaan. Namun, para ekonom menggunakan istilah
‘uang’dalam cara yang lebih khusus. Bagi seorang ekonom, uang tidak mengacu
pada seluruh kekayaan tetapi hanya salah satu jenis kekayaan. Uang ialah
persediaan asset yang dapat dengan segera digunaka untuk melakukan transaksi.
Jadi, dolar di tangan masyarakat membentuk persediaan uang nasional.
2.
SEJARAH MATA UANG
Pada masa
sebelum datangnya Islam, uang Dinar merupakan uang yang digunakan dalam
transaksi perdagangan. Berbagai jenis uang dinar emas dan perak dirham beredar dalm perdagangan sebagai akibat dari
banyaknya bangsa Arab yang berdagang dengan bangsa Romawi, Byzantium, dan para
pedagang yang melewati negeri Arab. Pada saat itu, kota Mekkah menjadi pusat
perdagangan dan pertukaran mata uang, sehingga banyak para pedagang dari
berbagai negeri datang ke kota Makkah untuk bertemu dan melakukan transaksi
perdagangan.
Dalam sejarah
umat Islam, Rasulullah dan para sahabat menggunakan dinar dirham sebagai mata
uang mereka, di samping sebagai alat tukar, dinar dan dirham juga dijadikan
sebagai standar ukuran hukum syar’i. pada masa kenabian, uang dinar dirham
digunakan sebagai alat transaksi perdagangan oleh masyarakat Arab. Masyarakat
Arab Quraish memiliki tradisi melakukan perjalanan dagang dua kali dalam
setahun, yaitu pada musim panas ke negeri Syam ( Syiria sekarang ) dan pada
musim dingin ke negeri Yaman. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Quran surat
Al-Quraisy ayat 1-4 yang artinya, “karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yaitu
kebiasaan mereka bepergian pada musin dingin dan musim panas. Maka hendaklah
mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini ( Kakbah). Yang telah member makanan
kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan dari ketakutan.”
Dinar dan Dirham
dicetak pertama kali pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan
pada tahun 695 M/ 77 H. Dalam perjalanannya sebagai mata uang yang digunakan , dinar
dirham cenderung stabil dan tidak
mengalami inflasi yang cukup besar selama 1500 tahun. Penggunaan dinar dirham
berakhir pada runtuhannya khalifah Islam Turki Usmani tahun 1924.
3.
FUNGSI UANG
a.
Alat tukar menukar (medium of exchange)
Dalam hal ini
uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun
jasa. Dengan kata lain, uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang
yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa.
Maksudnya penggunaan uang sebagai alat tukar dapat dilakukan terhadap segala
jenis barang dan jasa yang ditawarkan atau dijual.
b.
Satuan hitung (unit of account)
Fungsi ini
menunjukan nilai dari barang dan jasa yang dijual. Besar kecilnya nilai yang
dijadikan sebagai satuan hitung dalam menentukan harga barag dan jasa secara
mudah. Dengan adanya uang akan mempermudah keseragaman dalam satuan hitung.
c.
Penyimpan nilai (store of value)
Uang adalah cara mengubah daya beli dari masa
kini ke masa depan. Jika anda bekerja hari ini, dan mendapat $100, anda dapat
menyimpannya dan membelanjakannya besok, minggu depan, atau bulan depan. Tentu
saja uang adalah penyimpan nilai yang tidak sempurna. Jika harga meningkat
jumlah yang anda bisa beli dengan jumlah uang tertentu akan turun. Namun, orang
memegang uang karena merea bisa membelanjakannya untuk mendapat barang dan jasa pada suatu saat di masa depan.
4.
MANFAAT
DINAR DIRHAM
Berikut manfaat dari Dinar
Dirham diantaranya :
a.
Modal
Usaha dan Kegiatan Bisnis
Cara yang paling baik untuk
mendayagunakan koin emas dinar dan koin perak dirham adalah menjadikannya
produktif, dimana akan tumbuh sentra-sentra dari sektor riil, yang bebas dari
pengaruh tindakan pemerintah, sistem moneter akan kembali “apolitik” dan nilai
uang kita tidak bisa dimanipulasi lagi.
b.
Alat
bayar
Koin emas dinar dan koin perak
dirham adalah alat tukar terbaik yang tidak lekang oleh zaman, bahkan sangat di
rekomendasikan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, bandingkan dengan uang kertas
yang kita gunakan hari ini. Bahkan menurut Imam Al Ghazali, 470 pasca
kenabian bahwa timbangan yang adil dalam penentuan harga-harga barang hanyalah
emas (dinar) dan perak (dirham).
c.
Tabungan
Fungsi dari menabung adalah
menyisihkan sebagian uang/harta kita untuk masa depan. Artinya, kita
tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, untuk itu kita perlu
berjaga-jaga dari ketidakpastian tersebut. Bahkan dalam sebuah hadits
dikatakan : “Akan datang masa ketika tidak ada lagi yang dapat dibelanjakan
kecuali dinar dan dirham (HR Ahmad).
d.
Sedekah
dan Infak
Dengan koin dinar dan dirham, maka
kita bisa mensedekahkan harta kita kepada orang lan. Selain adil juga,
nilainya benar-benar riil.
e.
Penunai
zakat mal
Salah satu tuntutan syari’ah dan
sunnah Nabi SAW adalah menunaikan zakat mal/harta. Jika kita punya koin
emas dinar dan dirham perak, maka sangat memudahkan dalam membayar kewajiban
kita kepada Allah SWT dan membagikannya kepada sesama manusia.
f.
Mahar,
Kado dan Hadiah
Sebagai mahar atau mas kawin, koin
emas dinar dan dirham perak akan menjadi kado terindah yang tidak akan pernah
terlupakan serta bisa juga sebagai hadiah yang elegance untuk orang yang kita
cintai, bandingkan dengan uang kertas saat ini.
g.
Arisan
Koin Emas Dinar dan Dirham Perak
dapat juga diedarkan melalui arisan, supaya bermanfaat buat pesertanya. Ini
untuk menggantikan arisan uang kertas yang populer di masyarakat, yang tidak
adil karena yang mendapatkan belakangan dirugikan akibat daya beli uang kertas
yang terus merosot.
5.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DINAR DIRHAM
a.
Dinar sebagai media terbaik dari pertukaran
Masyarakat
tidak dapat menggunakan barang untuk pertukaran dengan barang lain yang tidak
sebanding nilainya karena akan melibatkan aspek riba didalamnya. Inilah alasan
mengapa kita memerlukan emas sebagai media pertukaran. Selain itu, praktik para
sahabat Nabi meupakan bukti bahwa dinar dapat diterima sebagai media
pertukaran. Uma bin Khattab mendeklarasikan bahwa dinar adalah mata uang resmi
pada masa pemerintahannya. Langkah ini dikenal sebagai inovasi baru yang
menunjukan pentingnya uang sebagai media pertukaran.
b.
Dinar sebagai pengganti uang yang stabil
Dalam sisitem
mata uang nominal sekarang, pembuatan uang sangatlah mudah bukan karena adanya
system cadangan yang dilakukan Bank Sentral tapi faktor utamanya adalah karena
uang pengganti tidak dilindungi oleh emas. Akibatnya akan muncul uang palsu
karena nilai yang hampa dari uang kertas dan akhirnya menyebabkan inflasi. Masalah lainnya yakni
tekhnologi pembuatan uang semakin hari semakin meningkat.
Masalah
tersebut dapat dikurangi dengan menggunakan dinar dimana keterbatasan emas di
dunia akan menjadi faktor penting yang akan menyebabkan masyarakat tidak dapat
membuat uang palsu. Hal ini akan membawa kepada stabilitas sistem moneter yang
terbebas dari fluktuasi nilai uang.
c.
Dinar mereduksi permainan spekulan uang
Dalam sistem
moneter modern, mata uang dijual dalam pasar pertukaran seperti pasar saham.
Barang nyata seperti emas perak tidak bisa dijadikan bahan spekulasi karena
nilai keduanya nyata. Dalam islam spekulasi mata uang dilarang, karena hal
tersebut merupakan aktivitas penimbunan yang dilarang islam.
Nilai nyata
dari emas akan menghindarkan dari meluasnya masalah manipulasi dan akan
mereduksinya. Emas juga tidak dapat dijual dibawah harga nyatanya seperti
terhadap mata uang kertas. Keuntungan yang akan diperoleh melalui pasar
pertukaran bagaimanapun tidak relevan karena emas tidak dapat dimanipulasi
dengan mudah.
d.
Dinar membawa keadilan di seluruh dunia
Sistem moneter
sekarang erat kaitannya dengan suku bunga yang menimbulkan daya beli dan
kelemahan tidak pada satu sisi. Suku bunga akan menimbulkan instabilitas antara
kekuatan pembelian dan pemasukan yang diterima yang disebabkan oleh
meningkatnya harga pada semua tingkat.dengan mengadopsi dinar sebagai mata uang
yang berlaku untuk semua, suku bunga dapat terkontrol dari pertumbuhan yang lambat karena kurs
pertukaran emas sangat stabil. Kondisi ini akan mengarahkan kepada keadilan
dalam sistem moneter yang dapat memberi keuntungan pada semua bangsa.
e.
Dinar mereduksi problem sosial tertentu
Sistem moneter
berbasis bunga tidak dapat mereduksi problem sosial dari berbagai Negara
termasuk negara maju. Negara maju juga menghadapi masalah kemiskinan. Hal ini
terjadi karena tambahan pemasukan tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat
untuk membeli. Masyarakat yang memiliki pemasukan yang rendah akan menaggung
akibatnya dari kondisi seperti dikarenakan harga komoditas tertentu melebihi
kemampuan membeli mereka.
Implementasi
dinar sebagai mata uang akan mereduksi masalah tersebut karena stabilitas nilai
dinar menguatkan stabilitas daya beli. Problem sosial lain seperti pendidikan
yang rendah karena tidak tidak adilnya distribusi pemasukan akan dapat
diberantas.
f.
Dinar memproteksi indenpendensi bangsa-bangsa
Pada tahap awal
dalam membangun sebuah negara,biasanya membutuhkan uang yang sangat banyak.
Mereka memerlukan pinjaman dari negara maju dan harus mengembalikan uang dengan
bunga yang tinggi. Kebanyakan kenaikan suku bunga disebabkan oleh inflasi kurs
yang dibuat oleh sistem mata uang nominal. Hal ini adalah bentuk baru dari
kolonialisasi suatu negara terhadap negara lain. Pemberi pinjaman seperti Dana
Moneter Internasional (IMF) dapat mengontrol kebijakan ekonomi dari negara
peminjam. Negara peminjam harus mengikuti kondisi yang diinginkan oleh Negara
pemberi pinjaman. Hal ini tidak memberikan rasa kemerdekaan yang nyata ketika
kehidupan ekonomi di bawah kontrol negara lain. Dengan mengimplementasikan sistem
berbasis dinar, masalah suku bunga dapat diatasi karena nilai dari dinar lebih
stabil dibanding dengan sistem mata uang yang ada sekarang.
g.
Tidak memerlukan regulasi baru
Sistem moneter
dinar tidak memerlukan regulasi baru yang harus disinkronkan dengan pihak otoritas,
cukup dengan menggunakan peraturan yang sudah ada. Karena implementasi dinar serupa
dengan aktivitas investasi atau aktivitas menabung dalam bentuk emas, seperti
dilakukan oleh kebanyakan masyarakat.
h.
Krisis ekonomi pada Negara lain
Masalah ekonomi
yang datang tiba-tiba di Amerika, Eropa, dan Jepang mengharuskan masyarakat
untuk mempertimbangkan dan menemukan akar dari penyebabnya. Sistem keuangan
sekarang bisa menjadi salah satu alasan yang menyebabkan krisis ekonomi. Para
ekonom sekarang ini, mencoba memecahkan masalah tersebut dengan beralih pada
sistem yang lain yang bebas dari masalah yang datang tiba-tiba sebagaimana
dialami oleh sistem keuangan sekarang. Sistem dinar merupakan sistem yang cocok
untuk menjadi pilihan untuk diimplementasikan.
6.
KEKURANGAN DINAR DIRHAM
Dinar
dan dirham ternyata juga mempunyai nilai yang kurang stabil. Memang benar nilai
intrinsik yang ada didalam dinar dan dirham akan membuat nilai mata uangnya
tetap stabil, tetapi hal tersebut tidak akan menjamin jumlah suatu barang dan
jasa yang dapat diperoleh dengan dinar dan dirham akan memiliki kuantitas yang
tetap sama selamanya. Selain itu Dinar mahal dan buybacknya tinggi, bahkan
hingga 10 %.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah dijabarkan
di atas, dapat ditarik kesimpulan
bahwa Dinar dan Dirham
merupakan alat tukar yang digunakan sejak zaman Rasulullah SAW dan masih
digunakan hingga saat ini. Penggunaannya saat ini sebagai mata uang hanya ada
di beberapa Negara karena emas dan perak lebih dominan digunakan sebagai alat
investasi, perhiasan dsb. Dengan segala keunggulannya yang melebihi
kekurangannya, Dinar dan Dirham diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata
di tengah masyarakat. Prosesnya memang panjang, namun tak menutup kemungkinan
yang sangat besar bahwa Dinar dan Dirham akan dijadikan sebuah mata uang umat
Islam di masa depan.
B.
SARAN
Untuk
dapat mencapai suatu tujuan bersama yaitu tercapainya perekonomian yang sehat
dan merata dibutuhkan pemahaman dan pemikiran yang mendalam terutama persoalan
uang, paling tidak semuanya harus mampu menyentak kesadaran kita akan sesuatu
yang sebenarnya sangat mendasar, tapi dalam kehidupan sehari-hari sering kita
sikapi sebagai sesuatu yang remeh, banyak diantara kita yang tak menyangka
bahwa uang kertas yang setiap hari kita miliki itu menyimpan sebuah persoalan
yang begitu dalam dan rumit, yang kadang tak pernah terlintas dalam benak kita
tentang sejarah uang itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar